Bagian 03 – Novel Yoshimoto Banana “Shall We Love”

THIS IS A FREE FANSUB, DO NOT MAKE MONEY FROM THESE TRANSLATION! PLEASE DO NOT  REDISTRIBUTE WITHOUT OUR PERMISSION.

Terjemahan berbahasa Indonesia “Shall We Love” ini dibagikan secara gratis oleh Airen dan untuk Airen, oleh karena itu dilarang keras untuk memperjualbelikan atau mengambil keuntungan.

Terjemahan dari bahasa Jepang ke Cina dan dibagi oleh weichunli1 darihttp://tieba.baidu.com/p/2262482039 (Lee Seung Gi baidu)
Terjemahan bahasa Cina ke Inggris oleh: @YulingSG/speciallyforlsg.livejournal.com
Terjemahan dari Inggris ke Indonesia oleh From Airen Indonesia

12 Juni 2013

Sangatlah sulit menjelaskannya ke dalam kata-kata mengenai posisi dan situasiku sekarang.

Aku juga adalah seseorang yang mendekati 30, aku sama seperti pria lain seusiaku, memiliki hobi yang sama.

Dari muda sampai sekarang, aku juga banyak melakukan hal-hal yang menggelikan, ada banyak hal yang akan membuatku malu saat mengingatnya sekarang.

Walau demikian, saat ini, aku telah menyiapkan diri agar tidak menjadi diriku yang memalukan.

cr : as label

cr : as label

Secara pribadi, aku juga tidak yakin kapan aku berubah seperti ini. Tak peduli kapan, aku hanya berharap untuk dapat berkonsentrasi dan bekerja dengan baik dalam pekerjaan di hadapanku, hanya ini dan tak ada yang lain.

Sedikit demi sedikit, reputasiku tumbuh, benar-benar sedikit demi sedikit.

Bagiku, kadang kala, akan ada waktu dimana aku menengadahkan kepala dan tiba-tiba melihat dunia telah berubah, ini lah yang aku pikirkan.

(Aku) berkonsentrasi terlalu banyak untuk melakukan yang terbaik dalam pekerjaanku.

Sebagai seorang penyanyi, aktor dan juga dalam variety shows, apa yang paling dibutuhkan?

Sejauh yang ku tahu, hanya ada 1 jawaban,”stamina”. Dulu, aku melakukan beberapa hal pada saat yang bersamaan, dalam situasi yang berbeda, berubah ke dalam mood yang berbeda, bukan lah hal yang sulit bagiku.

Mungkin (karena) aku melakukannya dengan ketulusan. Dalam (keadaan) kurang tidur atau kelelahan ekstrim dan tempat rekaman yang sulit, walau bagaimana pun, aku telah berusaha sekuatku menunjukkan diri (ku) yang lebih baik, namun selalu saja ada penyesalan yang tertinggal.

Sebaliknya, “Jika aku bisa tidur dengan cukup, aku bisa melakukannya lebih baik”. Di industri hiburan Korea Selatan, jika kau bicara begitu, balasan yang akan kau dapatkan adalah “Maka pulanglah dan tidurlah dengan nyenyak. Selamat tinggal”.

Ini tidaklah mudah untuk semua orang, sangat sulit, kekuatan fisik kami juga telah mencapai batasnya. Selama berputar dan merangkak, aku tak tahu kapan sinar dan cahaya terang dilepaskan tak disangka-sangka. Inilah dunia tempatku berada.

Beruntungnya, direktur perusahaan tempatku, bagaikan orang tuaku yang lain.

Ia seperti malaikat penjaga, seorang orang tua yang kuat dan baik.

Aku berharap menjadi seorang seperti ini juga, memiliki banyak kekuatan, namun sangat lembut.

Ia merencanakan masa depanku dengan sempurna, menggunakan perkiraan, mempercayai kemampuanku. Cara direktur melihatku selalu tanpa komromi, seperti sebuah lapangan berlatih di puncak bukit. Ini adalah sebuah bukit di mana pemandangan yang luar biasa indah dapat terlihat, sangat sedikit orang yang dapat melihat pemandangan menakjubkan ini di dunia.

Kepercayaan seperti ini bukan lah sesuatu yang mudah untuk dicapai di antara orang-orang. Jika, di antara orang-orang, kepercayaan tulus satu sama lain ini dapat benar-benar dicapai, maka kekuatan yang tampak dapat dilipatgandakan berkali-kali lipat. Apa yang kepercayaan kami telah ciptakan adalah sebuah bukit yang indah dan kurva memanjang yang secara terus menerus memancarkan cahaya.

Sejujurnya, sebelum memasuki dunia hiburan, aku tak harus berusaha sejauh itu dan aku akan melakukannya dengan baik secara natural.

Hal ini juga dipengaruhi oleh kedua orang tua yang telah membesarkanku.

Umumnya, saat anak mempertanyakan hubungan mereka dengan orangtua, hal ini tak terjadi padaku.

Belajar dan olahraga (dapat kulakukan), aku juga cukup cerdik dan sejujurnya, lumayan populer, aku juga lumayan disukai oleh anak perempuan.

Namun demikian, di industri entertainment tidak lah semanis itu.

Semua orang dapat bernyanyi, menari dan seperti yang sudah diduga, mereka semua sangat tampan. Tentu saja, mereka populer, mereka mampu berakting, tidak tidur berlalu tanpa berkata apapun dan berkemampuan sudah pasti tanpa keraguan.

Datang ke lingkungan seperti ini dan menilik balik ke tempatku sebelumnya, tempat itu benar-benar sebuah taman yang cantik dan indah.

Di duniaku sebelumnya, aku bagai seorang pangeran. Setelah dikenal pun, aku berpikir diriku sendiri sebagai pangeran juga.

Namun dunia ini tidak lah semanis itu.

Di dunia baru ini, banyak orang yang bernyanyi lebih baik, kemampuan mereka dalam olahraga setara (denganku), tampilan mereka juga sesuai dengan diri masing-masing, akting mereka juga tidak matang.

Saat itu, aku tidak ingin mengakui kenyataan ini, aku diam sepanjang hari, aku marah.

Namun saat aku melakukan hal-hal di depanku dengan bahagia,  aku melakukan yang terbaik.

Hanya begitu, aku tak tahu persisnya kapan otot-ototku mulai terbentuk.

Tidak hanya otot fisik, namun juga otot-otot mental.

Tanpa kusadari, seperti ini… aku mengatakannya seperti ini, bahkan diriku sendiri berpikir bahwa aku tak tahu malu, aku menjadi menarik.

Tanpa operasi plastik, tanpa CG, tanpa kuketahui wajahku menjadi tampam.

Caraku ber berjalan juga telah berubah.

Dahulu, diriku di layar “membawa aura orang biasa di antara para artis, lebih baik semuanya tak melihatku”.

Sekarang, walau tanpa sadar, aku tak memiliki perasaan seperti itu lagi.

Untuk hal seperti ini, aku sering kali kau ejek.

Kau berkata, “Berpose mengantuk, seolah ingin berkata tolong jangan foto aku”. Kadang-kadang, ketika aku tersenyum terlalu lebar, air mataku akan jatuh, kau benar-benar orang yang menarik”.

Saat ini, semua orang memperlakukanku dengan sangat sopan, karena keberadaanku, atmosfer di sekitarku sedikit tegang. Anggaplah ini sebagai kebanggan, muncul dan merasakan peran sebagai kaisar, ini adalah hal yang kupelajari.

Saat aku masih muda, diriku yang bodoh, aku merindukannya sekarang, ia sangat menyenangkan.

Aku sangat menyukai orang-orang di perusahaanku, mereka mengenal diriku yang muda. Karenaya, aku merasa malu untuk mengatakannya langsung (pada mereka).

~~~~~~Bersambung~~~~~~

(PS. untuk membaca bagian yang lainnya, Airen bisa klik DISINI ya ^^)

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

14 Responses to Bagian 03 – Novel Yoshimoto Banana “Shall We Love”

  1. Nurun Nisak says:

    Oppa… fighting🙂

  2. icha says:

    Keren euy….
    Tq buat smua pihak yg terlibat shg aku bs baca postingan2 yg ada dsn dgn tersenyum lebar….
    Seunggi oppa jjang!!!

  3. sufi syifa says:

    d tunggu yg keempat….

  4. Ini beneran ungkapan hati Seung Gi yah?? OMG, totally crying while reading this T_T Oppa fighting!!!❤

    • hai… ini hanya novel fiksi aja kok… ^^
      pengarangnya terinspirasi aja dari pribadi Seung Gi..
      bukan berarti keseluruhan dari novel ini adalah nyata sesungguhnya seorang Seung Gi ^^

  5. yoonbumjikyu says:

    berarti yg nulis tahu banget dong sosok Seung Gi oppa…?? bahkan mungkin salah satu Airen,,,

  6. Phipy says:

    Tapi Bener2 dalem ungkapan hatinya.. Daebak buat Novelnya Yoshimoto Banana, Kyaa… Seung Gi yaa… :*

  7. Pingback: Shall We Date? | kimmissa1991

  8. tuing says:

    Narsis ternyata sioppa..
    Tapi menarik:)

  9. keren,,,,
    terima kash atas kerja kerasnya

  10. oeba yoonyul says:

    wow bagus sangat,, jd itu terinspirasi dr LSG oppa?? atau seblmnya udah ijin ma oppa buat tu novel?

  11. Yoonaddict says:

    kayak beneran~

  12. Irma tianni says:

    Oppa emang daebak , aq suka novel ini !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s