Bagian 05 – Novel Yoshimoto Banana “Shall We Love”

THIS IS A FREE FANSUB, DO NOT MAKE MONEY FROM THESE TRANSLATION! PLEASE DO NOT  REDISTRIBUTE WITHOUT OUR PERMISSION.

Terjemahan berbahasa Indonesia “Shall We Love” ini dibagikan secara gratis oleh Airen dan untuk Airen, oleh karena itu dilarang keras untuk memperjualbelikan atau mengambil keuntungan.

Terjemahan dari bahasa Jepang ke Cina dan dibagi oleh weichunli1 darihttp://tieba.baidu.com/p/2262482039 (Lee Seung Gi baidu)
Terjemahan bahasa Cina ke Inggris oleh: @YulingSG/speciallyforlsg.livejournal.com
Terjemahan dari Inggris ke Indonesia oleh From Airen Indonesia

Ketika menulis tentang selebritis, orang-orang sering kali menuliskan bahwa mereka terlihat seperti dikendalikan, layaknya robot tanpa rasa kemanusiaan atau bahkan mungkin mereka mengatakan bahwa selebritis dilindungi oleh agensi mereka, manusia tanpa secuil daging.

Sebenarnya, hidupku sama sekali tidak seperti itu. Membuat masalah setelah minum terlalu banyak, menyapa berbagai macam orang dan membawa mereka pulang… Ah ah, aku tinggal di rumah, karena itu saya hanya bisa bilang “mengenalkan kekasihku”.

Dan panggilan uhmchinah (panggilanku, artinya anak teman ibu, kata yang menggambarkan pelajar yang ideal yang sangat sempurna. Sebenarnya, semua orang dekatku tahu bahwa aku sama sekali tidak seperti itu.) untukku yang membosankan… Rahasia yang telah hidup bersama denganku selama 10 tahun ini, tentu saja hal seperti ini tidak ada sama sekali.

8qnp

credit : nayo7474, via : tryp96

Ketika mengatakan hal ini, meskipun aku akan dilihat seperti pria yang membosankan, tapi aku benar-benar tidak tertarik dengan itu. Masih ada terlalu banyak hal yang harus dicapai, tidak ada waktu untuk itu ah.

Yang paling utama, aku harus hidup layaknya seorang manusia. Kemudian dengan cara ini, aku dapat berperan dengan baik dalam karakterku yang lain.

Untungnya, agensi tempatku bernaung setuju dengan jalur pikiranku itu. Mereka tidak pernah menganggapku sebagai robot, sebuah mesin pencetak uang.

Direktur mengerti bahwa ia perlu memperlakukanku seperti manusia dan pertumbuhanku akan datang seiring dengan perkembangan kemampuanku. Mengatakannya seperti ini, rasanya seperti membanggakan diri lagi, aku dikelilingi oleh orang-orang yang mencintaiku.

Sungguh, aku tak berani percaya bahwa aku aku seberuntung ini. Bagaimana pun, hal ini juga dilengkapi dengan alasan.

Jika aku berada dalam kondisi yang menguntungkan, jika seandainya Tuhan itu benar ada, dan Tuhan berkata “Di dalam lagumu, aktingmu, perilakumu, ada kekuatan di sana. Kekuatan ini dapat menolong banyak orang, kau harus menghargai dan manfaatkan kekuatan itu. Kau harus terus selalu maju ke depan”.

Di mataku, aku melihat Tuhan yang seperti ini, yaitu direktur agensiku (tertawa). Beginilah, orang ini dengan hanya berdiri di sana, bagaikan Dewi Belas kasihan yang bersinar-sinar, sungguh ajaib. Aku yakin ada kekuatan besar yang merasuki aku, keluarga, dan agensiku.

Karenanya, aku harus terus melanjutkannya tanpa lelah.

Cukup seperti ini, sangat mudah, keluargaku dan aku, tinggal bersama setiap hari, amat sangat menyayangi keluarganya. Juga, keluarga selain keluargaku yang sebenarnya, semuanya berkencan dengan orang yang mereka cintai. Keluar bersama, bercanda dan setelahnya, keluarga seperti ini akan terus meluas.

Aku bukanlah orang yang lugu, namun aku juga bukanlah orang yang berpura-pura menjadi baik. Berpegang pada kepercayaan itu, ini adalah hal-hal yang harus kulakukan sebagai seorang manusia. Aku harus mencintai seseorang dari lubuk hatiku yang terdalam, karenanya aku perlu memiliki kemampuan dengan kata lain untuk mencintai orang yang aku cintai. Bagaimana pun, aku selalu ingin bertemu dengan yang lain.

Selama pertemuan dengan orang lain, itu tak semudah air yang mengalir begitu saja, aku juga perlu memberikan salam yang sesuai. Setelah salam, secara pribadi aku akan mengkonfirmasi keberadaan orang ini, ingin mengenang saat itu.

Di masa remaja, aku terkadang merasa hal ini adalah hal yang selalu memalukan. Bahkan pernah sampai ke satu masa, orang baik itu seperti orang bodoh.

Saat kanak-kanak, sesuai dengan apa yang dikatakan para orang dewasa, aku memperlakukan orang-orang dengan sopan. Sekarang, aku perlahan mulai dan terkagum-kagum memahami makna yang sebenarnya di balik hal tersebut. Itu artinya, aku mungkin tak dapat bertemu dengan orang itu lagi di masa depan kan?

Ketika bekerja seperti saat ini, merupakan hal yang wajar mendengar kata-kata seperti ini. Terlalu banyak kebanggan. Hal ini juga bukanlah hal yang bagus. Ada juga banyak kata-kata yang menyedihkan. Orang-orang yang hanya kutemui sekali, bila ada sesuatu yang menyedihkan, aku pastinya akan merasa ikut sedih.

Bagi sebagian orang, hal-hal seperti ini adalah suatu hal yang sama sekali tak berguna. Membuang-buang emosi, adalah sia-sia mempedulikan banyak hak yang tidak signifikan.

Aku perlu melindungi beberapa orang, (sesungguhnya) aku tak pandai menjalin persahabatan yang santai dengan terlalu banyak orang. Namun, lebih tepatnya karena memiliki orang yang kusayangi di dalam hatiku, maka kemudian aku mampu berempati dengan orang lain.

Sungguh ini benar, aku tak tahu sejak kapan, perasaanku yang sesungguhnya kucurahkan melalui aktingku. Hal ini juga meniupkan napas kehidupan dalam karakterku.

Lagu-lagu telah menjadi sesuatu yang sangat berharga bagiku, aku sudah menjadi satu dengan karakter yang ku perankan, dua hal yang sama, tapi perasaan yang ada sangat berbeda. Sebagian kecil dari diriku ada di dalam keduanya, inilah persamaan keduanya.

Untuk lagu, mereka berbentuk fisik, mirip seperti kondisi yang direfleksikan. Ketika aku bernyanyi, aku seolah menjadi alat musik, melalui periode masa yang sama.

Akting adalah suatu hal yang berbeda. Saat menyisipkan emosi ke dalam kata-kata, ada sejumlah usaha yang dikeluarkan, baik itu banyak atau pun sedikit, mungkin lebih baik dikatakan bahwa aku harus menjadi sebuah cangkang kosong.

Aku menjadi pribadi yang berbeda, sungguh ini benar-benar bukan diriku. Meskipun demikian, orang ini menguasai tubuhku, suaranya menggunakan tubuhku untuk bertindak.

Perasaan yang seperti ini. Namun, dalam hal ini, masih ada sebagian jiwaku di dalamnya

Aku sangat menyukai sapaan yang dipenuhi kepolosan. Senyummu, tak peduli siapa, mereka akan mampu menerimanya. Banyak orang yang bilang bahwa kepolosanmu mulai memudar. Namun, kupikir tidak begitu. Di balik senyum itu, bila tak ada seseorang di sana, senyum itu tak akan bersinar cerah.

Setelah bertemu banyak orang, perlahan-lahan aku mulai memahami alasannya. Menceritakan kebohongan di hadapanku, berbicara sebaliknya di belakangku. Makna sebenarnya dari hal ini, aku mulai mengerti.

Ini bukanlah kekuatan super, ini semua tentang jumlah. Dibandingkan dengan orang-orang seusiaku, aku sudah menemui terlalu banyak orang. Setelah itu, semakin banyak kebohongan yang ku tahu, aku tak akan pernah berubah menjadi cangkang kosong.

Sebaliknya, orang-orang yang kusuka, aku menyukai mereka lebih dan lebih. Pada saat yang sama, aku mengerti senyummu itu adalah nyata.

Terutama saat senyum ini muncul ketika saling berhadapan. Walau menjadi seperti ini, aku juga berharap melihat momen seperti itu.

~~~~~~Bersambung~~~~~~

(PS. untuk membaca bagian sebelumnya, bisa diklik DISINI ya ^^)

This entry was posted in project, Shall We Love and tagged , . Bookmark the permalink.

14 Responses to Bagian 05 – Novel Yoshimoto Banana “Shall We Love”

  1. Phipy says:

    Oh my… Meski hanya novel fiktif tapi ini Seung Gi banget, dangan segala semangat dan kerendahan hati.
    Four thumbs up for the Novel, And Fighting for Mimin.. Gumawo ^^ #Waitthenextpart

  2. Pingback: Shall We Date? | kimmissa1991

  3. Idom09 says:

    Ini msh ada lnjutannya?

  4. tuing says:

    Lanjutkaaannn

  5. shinta says:

    gag sabar nunggu kelanjutannya min..
    ayo dong..^^

  6. Yoonaddict says:

    lanjutannya belum ada? yahhh~

  7. lisa says:

    segera lanjut dong

  8. fiaseunggifio says:

    Oppa.. Aq ingin sekali berada d.sampingmu.. Mengusap air mata.mu.. Menemani.mu d.saat kesepian.. Menghibur.mu d.saat kau sedih.. Menghilangkan beban yang ada pada dirimu.. Jika saja q seusia.mu aq rela pergi ke sna hanya untuk bertemu dengan.mu.. Tpi mungkin aq bkan untuk.mu. Bla saja aq memilih takdir.q aq akn memilih untuk ada didekatmu .. Tpi sekarang pun aq juga bangga .. Karena bisa melihatmu bernyanyi , berakting , dan tertawa .. Itu pun sungguh membuat aq bhagia ..
    Love you seung gi forever..

  9. ARM says:

    Admin, Fighting ya🙂 ditunggu bagian ke 06 ^_^

  10. Putri Ramadhani says:

    ditunggu bagian ke 6 nya🙂

  11. Hani assyifa says:

    Ini bukn crta fiktif,ini adlh curhan hati lee sunggi yg sebenarny yg ditulis oleh banana dlm sbuah novel,coz sumber utamany adalh LSG,

  12. Ika says:

    Kelanjutannya mana??? ^^

  13. putri1989 says:

    Buat yang nanya ini novel seunggi buat Yoona atau bukan sebenernya ga ada yang tau, tapi pengarangnya pernah bilang di twitter ga lama waktu yoona sama seunggi ketahuan pacaran kalau cewek yg di novel ini itu adlh Yoona.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s